ANALISIS BCG (Boston Consulting Group)

Matrix ini cukup terkenal.. Yah sebagaimana matrix 2 dimensi lainnya BCG (Boston Consulting Group) Matrix melihat 2 indikator yaitu Market Share dan Market Growth… Market Share bisa kita gunakan sebagai indikator.. Market growth untuk melihat apakah pasar sudah jenuh.. dalam artian.. nggak ada pertumbuhan demand terhadap suatu produk.

  • Konsep Matrix BCG
Matriks BCG secara grafis menunjukkan perbedaan di antara berbagai divisi dalam posisi pangsa pasar relatif dan tingkat pertumbuhan industri. Matriks BCG memungkinkan organisasi multidivisi untuk mengelola portofolio bisnisnya dengan mempertimbangkan posisi pangsa pasar relatif dan tingkat pertumbuhan industri dari masing-masing divisi relatif terhadap divisi lain dalam organisasi.
Posisi pangsa pasar relatif (relative market share) didefinisikan sebagai rasio dari pangsa pasar satu divisi tertentu terhadap pangsa pasar yang dimiliki oleh pesaing terbesar dalam industri tersebut. Pangsa pasar relatif dapat ditentukan menggunakan rumus berikut:
Semakin tinggi nilai pangsa pasar suatu perusahaan, semakin besar proporsi pasar yang dikendalikannya. Posisi pangsa pasar relatif diberikan pada sumbu x dari matriks BCG. Titik tengah dari sumbu x biasanya dibuat 0,50 atau sama dengan divisi yang memiliki separuh pangsa pasar dari perusahaan pemimpin dalam industri.Sumbu y menggambarkan tingkat pertumbuhan industri dalam penjualan yang diukur dalam bentuk persentase. Persentase tingkat pertumbuhan pada sumbu y dapat berkisar antara -20 hingga +20 persen, dengan 0,0 sebagai titik tengah. Angka kisaran ini pada sumbu x dan y seringkali digunakan, tetapi angka lainnya dapat dibuat bila dianggap sesuai untuk organisasi tertentu. Untuk mengetahui tingkat pertumbuhan industri (market growth rate) dapat digunakan rumus berikut:
Industri dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi menunjukkan ketersediaan pangsa pasar yang meluas, dan terdapat banyak peluang untuk mereguk keuntungan.
Matriks BCG dapat digambarkan sebagai berikut:
Keempat kuadran dalam matriks BCG yang dapat digambarkan dibawah ini



Matriks BCG merupakan empat kelompok bisnis, yaitu :

1. Tanda tanya (Question Mark)
Divisi dalam kuadran I memiliki posisi pangsa pasar relatif yang rendah, tetapi mereka bersaing dalam industri yang bertumbuh pesat. Biasanya kebutuhan kas perusahaan ini tinggi dan pendapatan kasnya rendah. Bisnis ini disebut tanda tanya karena organisasi harus memutuskan apakah akan memperkuat divisi ini dengan menjalankan strategi intensif (penetrasi pasar, pengembangan pasar, atau pengembangan produk) atau menjualnya.

2. Bintang (Star)
Bisnis di kuadran II (disebut juga Bintang) mewakili peluang jangka panjang terbaik untuk pertumbuhan dan profitabilitas bagi organisasi. Divisi dengan pangsa pasar relatif yang tinggi dan tingkat pertumbuhan industri yang tinggi seharusnya menerima investasi yang besar untuk mempertahankan dan memperkuat posisi dominan mereka. Kategori ini adalah pemimpin pasar namun bukan berarti akan memberikan arus kas positif bagi perusahaan, karena harus mengeluarkan banyak uang untuk memenangkan pasar dan mengantisipasi para pesaingnya. Integrasi ke depan, ke belakang, dan horizontal, penetrasi pasar, pengembangan pasar, pengembangan produk, dan joint venture merupakan strategi yang sesuai untuk dipertimbangkan divisi ini.

3. Sapi perah (Cash Cow)
Divisi yang berposisi di kuadran III memiliki pangsa pasar relatif yang tinggi tetapi bersaing dalam industri yang pertumbuhannya lambat. Disebut sapi perah karena menghasilkan kas lebih dari yang dibutuhkanya, mereka seringkali diperah untuk membiayai untuk membiayai sektor usaha yang lain. Banyak sapi perah saat ini adalah bintang di masa lalu, divisi sapi perah harus dikelola unuk mempertahankan posisi kuatnya selama mungkin. Pengembangan produk atau diversifikasi konsentrik dapat menjadi strategi yang menarik untuk sapi perah yang kuat. Tetapi, ketika divisi sapi perah menjadi lemah, retrenchment atau divestasi lebih sesuai untuk diterapkan.

4. Anjing (Dog)
Divisi kuadran IV dari organisasi memiliki pangsa pasar relatif yang rendah dan bersaing dalam industri yang pertumbuhannya rendah atau tidak tumbuh. Mereka adalah anjing dalam portofolio perusahaan. Karena posisi internal dan eksternalnya lemah, bisnis ini seringkali dilikuidasi, divestasi atau dipangkas dengan retrenchment. Ketika sebuah divisi menjadi anjing, retrenchment dapat menjadi strategi yang terbaik yang dapat dijalankan karena banyak anjing yang mencuat kembali, setelah pemangkasan biaya dan aset besar-besaran, menjadi bisnis yang mampu bertahan dan menguntungkan.


  • Penarapan Matrix BCG

Matriks BCG hanyalah salah satu alat pembantu pembuat keputusan yang dapat digunakan oleh organisasi, tidak terkecuali sektor publik/pemerintahan. Meskipun memiliki beberapa kekurangan, matriks ini merupakan salah satu matriks perencanaan portofolio yang paling terkenal dan sederhana, dan banyak digunakan oleh perusahaan besar dengan produk beraneka ragam.
Karena bertujuan untuk menilai profil suatu produk/bisnis, kebutuhan kas suatu produk, siklus perkembangan produk, dan kebijakan pengalokasian dan divestasi, matriks BCG dapat digunakan untuk mengidentifikasi bagaimana sumber-sumber kas perusahaan dapat dipakai untuk memaksimalkan pertumbuhan dan profitabilitas perusahaan di masa depan.
Hal ini dapat diaplikasikan pula dalam pemerintahan. Sebagaimana diuraikan dalam Undang-Undang Keuangan Negara, subyek keuangan negara dapat dibagi menjadi dua, yaitu pemerintah dan lembaga pengelola kekayaan negara yang dipisahkan. BUMN/BUMD sebagai representasi pemerintah merupakan instansi yang dapat menerapkan matriks BCG dalam kebijakan manajemennya.
Sebagai perusahaan, BUMN/BUMD tentu bergerak dalam pasar dengan para pesaing dari sektor swasta. Untuk dapat terus bertahan dan memperoleh keuntungan, BUMN/BUMD harus memiliki perencanaan strategis. Analisis SWOT saja tidak cukup untuk mengetahui posisi suatu BUMN/BUMD di pasar. Strategi-strategi yang telah ditentukan berdasarkan SWOT, dapat dievaluasi dengan matriks BCG untuk mengetahui kesesuaiannya dengan kondisi perusahaan di pasar. Dengan matriks BCG dapat pula diketahui perusahaan mana saja yang berada di posisi tanda tanya, bintang, sapi, atau anjing. Dengan demikian, pemerintah dapat mengambil kebijakan, misalnya dengan mengalokasikan kas yang tersedia (dan dihasilkan oleh perusahaan di divisi sapi) untuk perusahaan yang ada di divisi tanda tanya.





Analisis M Porter

SCM (Supply Chain Management) adalah seperangkat pendekatan untuk mengefisienkan integrasi supplier, manufaktur, dan penyimpanan, sehingga barang diproduksi dan didistribusikan dalam jumlah yang tepat, lokasi yang tepat, waktu yang tepat, untuk meminimasi biaya dan memberikan kepuasan layanan terhadap konsumen (simchi-levi ). Aktivitas SCM pada perusahaan retail Circle K dimulai dari dimulai dari penyiapan armada untuk mengoptimalkan kegiatan operasional perusahaan karena perusahaan tersebut itu sendiri bergerak dalam bidang retail sampai kepada konsumen maupun pelanggan yang ada.

Tekanan yang dihadapi perusahaan retail Circle K sendiri adalah begitu banyaknya perusahaan sejenis dari dalam maupun luar, tetapi perusahaan retail Circle K sendiri adalah merupakan perusahaan retail yang sudah cukup terkenal meskipun berasal dari luar negeri dan terpecaya di Indonesia jadi masih merupakan pilihan utama para masyarakat, dan juga menguntungkan negara Indonesia sendiri. Diantara perusahaan-perusahan yang bergerak sejenis diantaranya adalah Alfamart,Indomart,Giant,Hypermart,dan lain-lain.



Bedah Artikel Bisnis Retail Circle K di Indonesia

BEDAH ARTIKEL
BISNIS RETAIL CIRCLE K

Bisnis retail di Indonesia saat ini tumbuh sangat pesat seiring dengan bergesernya gaya hidup tradisional ke modern oleh karenanya peluang emas ini dimanfaatkan oleh peritel-peritel yang mempunyai modal besar dan dengan kemampuan

Bagi para investor yang ingin membuka usaha retail dengan konsep convenience store, mungkin franchise Circle K merupakan salah satu alternatif yang cukup menarik untuk dipelajari.

Franchise Circkle K adalah waralaba yang bergerak di bidang industri retail food dan non-food dengan konsep convenience store yang berasal dari negeri paman Sam. Ketersediaan produk produk berkualitas dan pelayanan yang cepat dan ramah disertai dengan store yang bersih dan suasana yang menyenangkan memberikan nilai lebih franchise Circle K dibanding store store lainnya.

Dalam mengembangkan jaringannya, dengan menggunakan sistem waralaba/franchise, franchisor mendukung para franchisee dengan memberikan pelatihan, dukungan marketing, supplier partnership, serta membantu dalam membangun bisnis mulai dari tahap perencanaan, store set-up hingga konsultasi pada saat operasional serta pengembangan.

Bisnis retail asal USA yang memiliki masa operasi 24/7 ini telah memiliki pengalaman lebih dari 50 tahun dan teah berkembang di lebih dari 6 negara, di mana pertumbuhan ini bahkan lebih cepat dibanding dengan pertumbuhan Circle K di US sendiri.

Circle K memiliki program markting dan merchandising yang kuat dalam memenuhi kebutuhan pelanggan dengan mengerti pola pikir, perilaku, pola kerja dan belanja pelanggan di outlet Circle K. Oleh sebab itu, franchise Circle K mampu memberikan disain store yang menarik berkat pengalaman para franchisee dari berbagai negara.

Selain itu, kerjasama yang erat dengan para supply partner mampu memberikan harga yang menarik bagi pelanggan warlaba Circle K. Dalam meraih keberhasilan yang dimiliki nama besar Circle K, franchisor juga berpartisipasi dalam pemilihan lokasi dengan melakukan market analysis, site selection, sales forecasting model dan market strategy planning. Selain itu selama masa store set up (tahap perencanaan proyek, design arsitektur, manajemen konstruksi, pengurusan perijinan dan advisor saat renovasi store), franchisor akan selalu mendampingi franchisee.

Program pelatihan dan panduan operasionalpun juga disediakan oleh franchisor yang ditujukan kepada franchisee, store manager, dan Customer Service Representative.

Dalam mendukung proses order secara otomatis dari setiap store ke gedung distribusi untuk menjamin pengadaan barang yang cepat dan efisien, franchise Circle K mengoperasikan program IT yang mengintegrasikan Point of Sales (POS) dan back office system di setiap lokasi Circle K.

Dalam mengevaluasi performance store dan mengembangkan rencana kerja untuk mencapai target pertumbuhan, konsultasi bisnis juga akan selalu tersedia.

Visi Circle K : Menjadi ahli dalam convevience store di Indonesia dengan mengutamakan kepuasan pelanggan dengan pengembangan jaringan yang didukung oleh sistem dan organisasi yang tangguh.

Misi Circle K
: Menciptakan pengalaman berbelanja yang menyenangkan melalui pemilihan kegiatan produk promosi yang kreatif serta menciptakan lingkungan berbelanja yang aman dan nyaman.
Menciptakan proses kerja yang terintegrasi diantara fungsi-fungsi dalam organisasi dan secara terus menerus meningkatkan kapabilitas sumber daya manusia.

Brand Promise Circle K

Untuk Customer : memberikan pengalaman berbelanja yang menyenangkan sehingga customer akan merasa puas dan kembali lagi.

Untuk Karyawan : menjadikan Circle K sebagai tempat untuk berinteraksi dan menjalin kebersamaan sehingga dapat tumbuh dan berkembang bersama.

Untuk Shareholder : memberikan nilai dan keuntungan yang tinggi atas perkembangan perusahaan sehingga dapat menjadi convenience store pilihan.

Untuk Bisnis Pertner : memberikan pertumbuhan penjualan secara berkesinambungan dengan berlandaskan rasa kepercayaan dan saling menguntungkan.


Strategi Circle K

Untuk mencapai pertumbuhan yang direncanakan Circle K memilih strategi franchise.Di satu sisi strategi ini berpeluang mempercepat pertumbuhan jUmlah store,namun di sisi lain mengandung resiko kegagalan,jika tidak dikerjakan dengan baik sehinggs membahayakan brand quality yangg sudah terbnetuk.Untuk itu,Circle K menyiapkan dukungan sistem untuk menunjang pelaksanaanya.
  1. Store Set Up Support
    Dari sejak awal franchise akan membangun tokonya,Circle K telah menempatkan seorang manajer untuk membantu pemilik franchise menyusun rencana proyek,dari menyusun anggaran hingga jadwal kerja.
  2. Marketing and Merchandising Support
    Circle K membuat program-program promosi dan memberikan material-material promosi yang diperlukan oleh franchise dan juga Circle K memberikan panduan pemajangan barang berupa planogram termasuk perubahan-perubahannya.
  3. Grand Opening Support
    Circle K memberikan bimbingan dan pendampingan selama masa pembukaan store sampai dengan hari ke 14.Sesudahnya Circle K akan membantu franchise membuat rencana grand opening,menyusun time table,serta memberikan segala material yang diperlukan yang berhubungan dengan program grand opening.
  4. HR Development Support
    Sumber daya manusia juga menjadi hal penting dalam bisnis layanan 24 jam ini.Itu sebabnya,Circle K juga mensyaratkan bahwa training dan pengembangan karyawan menjadi paket wajib dan yang tidak bisa lepas dari kontrak franchise ini.
  5. System Support
    Setiap toko akan didukung dengan sistem proses order secara otomatis dari setiap toko ke gudang distribusi untuk menjalin pengadaan barang yg cepat dan efisien.
  6. Business Consultation Support
    Franchise Business Consultant kami akan membantu dalam mengevaluasi performance store dan mengembangkan rencana kerja unttk mencapai target pertumbuhan bisnis convenience store.
  7. Financing Management Support
    Dua tahun pertama program franchise,Circle K membantu mengelola keuangan franchise dengan mengelola rekening franchise yang dikuasakan kepada Circle K untuk mengontrol uang penjualan,biaya-biaya,dan hutang piutang yang terjadi.Circle K memberikan standart prosedur akunting dan cost control kepada franchise dalam bentuk training maupun software yang dapat digunakan oleh franchise.
  8. Monitoring Support
    Circle K melakukan pengawasan terhadap kualitas pelaksanaan operasional(monitoring) dan pemeliharaan image dengan mengunjungi store secara berkala.


sumber :
- www.scribd.com
- www.franchisekey.com

ANALISIS PELUANG DAN ANCAMAN PADA BISNIS RETAIL CIRCLE K

Analisis strengths,weaknesses,opportunities,dan threats atau yang disingkat SWOT,sangat mutlak diperlukan oleh semua perusahaan untuk menentukan perencanaan strategi usaha agar mendapatkan hasil yang maksimal.Adapun analisis SWOT tersebut dibagi menjadi dua berdasarkan lingkungannya yaitu analisis lingkungan internal yang mencakup kekuatan dan kelemahan perusahaan serta analisis lingkungan eksternal yang termasuk di dalamnya ada peluang dan ancaman bagi perusahaan.Analisis SWOT berorientasi pada masa depan dalam menemukan strategi yang efektif bagi perusahaan.

Berikut ini adalah analisis mengenai peluang dan ancaman pada bisnis retail Circle K yang ada di Indonesia.
Peluang :
Dengan pelayanan 24 jam,Circle K mengusung konsep baru dalam berbelanja yaitu sebagai tempat belanja yang nyaman selain itu menyediakan produk kebutuhan dengan pelayanan yang cepat dan ramah dan Circle K siap mengakomodasi permintaan pasar yang semakin meningkat dan kebutuhan masyarakat yang semakin beragam.Pelayanan yang ramah dan tempat yang bersih juga merupakan ciri khas dari tempat belanja yang dapat dibilang berbeda dari tempat belanja lainnya ini.

Ancaman :
Di Indonesia saat ini,sudah banyak bisnis-bisnis retail bermunculan yang ditakutkan merupakan salah satu ancaman bagi Circle K itu sendiri.Seiring dengan permintaan pasar yang semakin beragam bisnis retail yang muncul berkembang cukup pesat di indonesia dan menjadi pesaing Circle K antara lain contohnya Alfamart,Indomart,Hypermart,Carrefour,dan lain-lain yang mampu menjadi ancama serius bagi Circle K.

ANALISIS KEKUATAN DAN KELEMAHAN CIRCLE K MINIMART

Penulis blog di sini akan sedikit beranalisis tentang kelebihan dan kelemahan dari bisnis retail Circle K Minimart yang ada di Indonesia adalah sebagai berikut :

KEKUATAN ATAU KELEBIHAN CIRCLE K MINIMART :
  1. Mudah ditemukan karena memiliki kurang lebih 3500 store di Indonesia.
  2. Memiliki teknologi pengukur usia yang digunakan sebagai pengukur kebenaran ID pelanggan.
  3. Dilengkapi dengan sistem keamanan yang baik di setiap minimarket untuk kenyamanan berbelanja bagi para pelanggan.
  4. Keramahan pegawai dan casier dalam melayani pembeli atau pelanggan.
  5. Selain menjual produk dalam negeri,Circle K juga menjual produk dari import.
  6. Di setiap store Circle K tersedia lahan untuk parkir.
  7. Salah satu minimarket di Indonesia yang buka hingga 24 jam non-stop.
KELEMAHAN CIRCLE K MINIMART :
  1. Hanya membuka store di kota-kota besar di Indonesia.
  2. Produk yang dijual biasanya hanya berupa makanan ringan,softdrink,rokok dan jarang menjual produk untuk kebutuhan rumah tangga.
  3. Meskipun telah mendapat izin dari pemerintah,Circle K menjual produk-produk minuman yang menganduk kadar alhkohol.
  4. Produk yang di jual relatif sedikit lebih mahal daripada bisnis retail yang lain,hal ini dikarenakan pajak yang dibayar oleh pihak Circle K kepada pemerintah atas izin menjual produk-produk dari import dan minuman yang mengandung alkohol.

Bencana Banjir Dan Penanggulangannya Di Jakarta

Setiap tahunnya,warga di beberapa daerah di ibukota sudah tidak asing lagi dengan bencana banjir yang menimpa mereka.Banjir ini selalu datang dan merugikan warga yang tertimpa bencana langganan di beberapa daerah di Jakarta.Ini disebabkan oleh perubahan musim dan curah hujan yang tinggi di jakarta serta banjir kiriman yang berasal dari Bogor.Para masyarakat di daerah DKI Jakarta pun sudah tidak tahu harus protes ke siapa atau ke mana,karena sepertinya pemerintah tidak peduli sama sekali akan banjir yang selalu datang setiap tahun ini.

Wilayah DKI Jakarta tidak akan bisa terhindar dari banjir jika penanganannnya masih menggunakan cara lama, atau hanya mengandalkan drainase untuk membuang air di saat banjir.Apalagi, drainase yang tersebar di wilayah DKI Jakarta tidak terpelihara akibat tidak disiplinnya aparatur pemerintah terkait, sehingga banyak yang tidak berfungsi. Oleh karena itu, ketika hujan, drainase tidak bisa menampung air dan menyebabkan banjir di mana-mana.Menurut beberapa pakar, sudah saatnya Pemerintah DKI Jakarta menggunakan cara yang lebih canggih dalam menangani banjir, seperti membuat danau dan sungai buatan.Jika penanganannya masih menggunakan cara lama, banjir di wilayah Jakarta tidak akan teratasi. Malah akan bertambah parah. Untuk itu perlu dilakukan terobosan baru untuk menyetop tuntas bencana banjir di ibu kota, seperti membuat kolam, danau dan sungai buatan di lokasi khusus.Untuk membangun sungai, danau dan kolam buatan membutuhkan biaya tidak sedikit, karena harus disertai alat penyedot. Tetapi demi kepentingan masyarakat banyak, pembuatan sungai, danau dan kolam buatan untuk menyetop banjir di DKI ini wajib dilakukan.Jangan mempersoalkan biaya. Karena akan bermanfaat hingga puluhan tahun ke depan bagi warga Jakarta yang setiap tahunnya menjadi langganan banjir di ibukota.Selain itu,harus dibuat terowongan multiguna.Jika tidak hujan,terowongan bisa dilalui kendaraan. Namun ketika musim hujan tiba bisa dimanfaatkan sebagai saluran air.

Kondisi Jakarta diperparah oleh karakter tanahnya yang gembur, sehingga mudah turun. Antara lian kawasan Monumen Nasional (Monas) dan Cempaka Putih karena berasal dari endapan sungai.Tanah di wilayah Jakarta akan terus menurun secara alami dan tidak bisa dicegah. Bahkan, di daerah-daerah tertentu penurunannya bisa mencapai 80 sentimeter setiap tahun.Persoalan lain yang dialami DKI Jakarta,jumlah penduduk yang tidak seimbang dengan luas areal (pemukiman). Perbandingan menurut standar internasional adalah 1.000 penduduk per 1 kilometer persegi. Tetapi nyatanya Jakarta dihuni lebih dari 1.200 penduduk per 1 kilometer persegi.

ViISI DAN MISI CIRCLE K MINIMART ( RETAIL )

1. VISI DAN MISI BISNIS RETAIL DI INDONESIA

CIRCLE K MINIMART


Bisnis retail yang ada di Indonesia kini dalam periode terakhir kian bertambah banyak.Di sini akan membahas tentang visi dan misi sebuah bisnis retail yang berasal dari Amerika yang kini telah bertahan cukup lama dan berkembang dengan pesat di Indonesia yaitu Circle K Minimart.

SEJARAH

Sejarah Circle K dimulai ketika seorang businessman,Fred Harvey di El Paso Texas melakukan sebuah gebrakan dengan membangun 3 buah toko di sebuah perumahan kecil yang bernama Kay's Drive In Grocery.
Tosco Marketing Company Food Stores Inc dibentuk ketika Mr.Harvey menagmbil huruf "K" dari "Kay's" Drive In dan mengelilinginya dengan lingkarang berwarna merah.











Pada tahun 2003,Circle K diakusisi oleh ACT milik Couche Tard yang merupakan jaringan convevience store terbesar kedua di Amerika.Kini Circle K menjadi convevience store dengan pertumbuhan yang cepat di Asia,dengan 3500 store di Indonesia khususnya kota besar.
Di Indonesia,Circle K pertama kali berdiri di Jakarta tahun 1986 oleh Yayasan Trisakti.Kemudian diambil alih oleh PT.Circleka Indonesia Waserba pada tahun 1989.Kini Circle K juga telah berdiri di beberapa kota-kota besar lain di Indonesia seperti Bali,Bandung,dan Jogjakarta.

FOTO CIRCLE K MINIMART YANG ADA DI INDONESIA




















VISI
Menjadi ahli dalam convevience store di Indonesia dengan mengutamakan kepuasan pelanggan dengan pengembangan jaringan yang didukung oleh sistem dan organisasi yang tangguh.

MISI
Menciptakan pengalaman berbelanja yang menyenangkan melalui pemilihan kegiatan produk promosi yang kreatif serta menciptakan lingkungan berbelanja yang aman dan nyaman.
Menciptakan proses kerja yang terintegrasi diantara fungsi-fungsi dalam organisasi dan secara terus menerus meningkatkan kapabilitas sumber daya manusia.

2.ANALISISLAH APAKAH VISI TERSEBUT SUDAH MASUK KATEGORI MANAJEMEN STRATEGIK ATAU BELUM.
Visi bisnis retail di atas sudah termasuk dalam manajemen strategik karena visi tersebut mengutamakan kepuasan pelanggan dengan pengembangan jaringan yang di dukung oleh sistem organisasi yang handal.

3.APAKAH PERNYATAAN MISI MAMPU MENJAWAB PERTANYAAN BAGAIMANA MENCAPAI VISI??
Pernyataan misi sudah mampu menjawab pertanyaan bagaimana mencapai visi karena di samping mengutamakan kepuasan pelanggan bisnis ini juga menciptakan suasana berbelanja yang menyenangkan,aman,dan nyaman bagi para pelanggan.